RSS Feed

Fungsi ECU pada Mobil

ECU (Engine / Electronic Control Unit)...merupakan “otak” dari sebuah mesin, dan sebenarnya bisa buat mesin apa aja, misalkan mesin cuci atau kulkas. Pada sebuah kendaraan ECU ini bertugas me-manage mesin secara keseluruhan, baik itu mengatur pasokan bahan bakar dan udara kemudian pengapian dll. Dalam perkembangan nya fungsi ECU pun semakin banyak seperti mengatur buka tutup katup secara variabel dan melakukan kontrol gas buang agar lebih ramah lingkungan bahkan suspensi dengan banyak penambahan komponen-komponen pendukungnya.

Fungsi  ECU adalah :
  1. Menentukan lama penyemprotan bahan bakar.
  2. Mengontrol saat pengapian yang tepat.
  3. Mengontrol saat mesin dingin, adanya cold starter.
  4. Mempertahankan tenaga tetap besar pada RPM rendah, agar tidak terjadi detonasi.
  5. Untuk mobil matic, ECU ikut mengontrol kecepatan.
  6. Dan banyak lagi fungsinya. Semakin maju teknologi yang dilengkapkan pada mobil, maka fungsi ECU semakin besar. Merubah dan memanipulasi ECU entah untuk mengiritkan maupun menaikan poser mesin beresiko merusak ECU.

Sebuah mesin ECU atau pengendali mesin dapat menentukan kualitas bahan bakar untuk disuntikan kepada mesin yang berdasarkan pada sejumlah parameter. Dan ECU (Engine Control Unit) akan menyuntikkan lebih banyak bahan bakar yang sesuai dengan jumlah udara yang lewat ke dalam mesin.

Sebagian besar sistem mesin memiliki pengendali yang berpusat pada ECU. RPM mesin dapat dipantau oleh sensor dimana posisi mesin pengendali memiliki fungsi utama sebagai : pengukuran waktu pada mesin untuk pengisian bahan bakar, petunjuk / penanda peristiwa , dan pengaturan katup jantung pada mesin.

Sebuah ECU (Engine Control Unit) dapat menyesuaikan waktu yang tepat untuk sebuah pergerakan mesin (istilah ini disebut dengan mesin waktu) yang bermanfaat untuk memberikan penghematan ekonomis yang lebih baik bagi pemiliknya. Jika ECU / pengendali mesin mendeteksi ketukan dimana suatu kondisi berpotensi untuk merusak mesin, maka hal ini terjadi sebagai bentuk dari hasil waktu pengapian yang terlalu dini dikompersi.

Dalam sebuah mesin, ECU dapat mengontrol waktu pada siklus mesin dalam keadaan terbuka. Dan, biasanya katup terbuka lebih cepat saat kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan yang lebih rendah. Hal ini dapat mengoptimalkan aliran udara ke dalam silinder.

Air adalah salah satu musuh utama ECU (Electronic Control Unit), karena daya rusak air dapat mengakhiri masa kerja ECU pada mobil Anda. Namun, bukan berarti ECU tidak bisa diselamatkan bila basah atau terrendam banjir, dan hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara / langkah berikut ini, yaitu :
1. Sebelum memberi pertolongan pertama, Anda harus mengetahui posisi / letak ECU Anda yang disesuaikan dengan jenis mobil Anda, misalnya : Mitsubisi Lancer GLXi, Galant V6 atau VR, posisi ECU pada mobil – mobil jenis ini berada di samping laci kiri depan. Untuk jenis mobil Toyota Great Corolla atau Corona letak ECU-nya berada di konsel boks bagian depan tuas perseneling. Untuk Honda Civig Genio, Estilo, dan Accord Maestro ECU-nya terletak di bagian bawah depan pintu kiri. Dan, untuk mobil BMW 520i (E-34) letak ECU-nya berada di ruang bagian mesin sebelah kanan.
2. Langkah penting yang Anda harus lakukan jika ECU pada mobil Anda terkena air adalah jangan pernah menghidupkan atau menempatkan kunci kontak dalam posisi on. Karena hal ini dilakukan agar tidak ada arus listrik yang mengalir ke ECU, dan resiko korsletpun dapat dihindari. Biar Anda yakin, bukalah kap mesin mobil Anda, dan cabut kepala aki minus (-). Tujuannya untuk memutuskan arus air ke dalam ECU, dan menghindari computer mobil terkunci pada saat dipasang kembali. Namun untuk jenis mobil Eropa seperti : BMW, PEUGEOT, MERCEDES – BENZ keluaran tebaru, ECU pada mobil – mobil tersebut sudah dilengkapi dengan kode. Tetapi untuk jenis mobil – mobil Jepang jarang ditemukan kode pada ECU mobil – mobil tersebut, maka dari itu cara serupa perlu untuk dilakukan agar dapat mencegah kerusakan mobil yang lebih parah.
3. Setelah melakukan tahapan ke 3, untuk selanjutnya ECU dilepas dari soketnya, dan mulailah dengan langkah P3K, yakni siapkan baskom, air bersih, minyak kayu putih, atau detergen , kuas, dan obeng. Untuk mobil buatan Jepang gunakan obeng sekrup kembang, sedangkan untuk mobil buatan Eropa gunakan obeng model bintang.
Bila semua penahan cashing dilepas, lalu taruh ECU Anda di dalam baskom, guna untuk membersihkan kotoran di PCB (Printed Circuit Board) yang dicampur dengan minyak kayu putih atau air yang telah dicampur sedikit deterjen. Kemudian bersihkan kuas secara perlahan.
Cuci kembali PCB menggunakan air bersih yang mengalir, tanpa tekanan, lalu kita bisa sambil melihat apakah ada komponen yang hangus atau lepas, bila ada, maka tidak ada cara lain, yakni mobil harus diperbaiki / disservice sama yang ahli di bidangnya.
Keringkan PCB yang telah dibersihkan dengan cara mendinginkan dengan kipas angin, atau bisa juga menggunakan hair dryer, tetapi harus hati – hati jangan terlalu panas, atau terlalu dekat dengan komponen elektroniknya. Sebelum dirakit kembali, pastikan semua PCB kering, dan tidak ada air yang tersisa. Lalu gunakan Cotton Bud untuk mengangkat sisa air yang melekat pada sela- sela komponen.
Jika semua sudah bersih, pasang kembali ECU di mobil Anda. Kemudian setelah itu, kencangkan / atur posisi baut kepala aki (-). Lalu tunggu sesaat baru mobil dapat distart. Namun, bila sudah 5 kali dikontak tidak mau hidup, maka periksalah soket pada ECU Anda apakah sudah terpasang kuat, atau belum.

Bila ECU (Electronic Control Unit) sampai rusak, maka Anda akan mengeluarkan biaya besar, namun semua jenis ECU mobil bisa ditangani kerusakanya, yang terpenting periksalah komponen mekaniknya dahulu. Karena, biasanya ECU bisa rusak disebabkan oleh bencana banjir, selain itu dikarenakan kesalahan mekanik ketika membenahi sistem arus listrik pada mobil yang terhubung dengan ECU mobil ini, atau karena usia ECU itu sendiri, sebab ECU sebuah mobil hanya bertahan sekitar 8 s/d 10 tahun.

Sumber : hbcarcomputer.wordpress.com

0 comments: